Kring….. kring….. kringgg….
Jam backer Lia pun bunyi, ini merupakan pertanda jam 06.00. “Astaaga…!!! Aku lupa??” ini adalah kali pertama Lia masuk ke sekolah barunya, yaitu sekolahnya anak orang berduit. Ya meskipun Lia anak orang miskin tapi dia tidak miskin otak, buktinya dia bisa sekolah disini karena kecerdasannya.
Dengan terburu-buru Lia hingga lupa dengan teh dan nasi kucingnya, ia pergi naik bajaj langganannya. 5 menit kemudian dia sampai di sekolah barunya. Dengan mimik muka yang takut dihukum karena terlambat, Lia tak sengaja bertabrakan dengan seorang cowok kaya, ganteng, baik. Tak sengaja buku cowok itu jatuh ke genangan air, wah !!!! sungguh hari yang menyebalkan bagi Lia. “Maaf… maaf, aku tak sengaja.Aku terburu-buru tadi, takut telat. Kata Lia ” “Oh ya tak apa kok, lagian aku tidak luka. Untung yang jatuh bukunya, bukan kamu yang jatuh.hahahahha. Jawab cowok itu”
Dengan merasa bersalah, Lia pun mengambil buku tersebut dan memberikannya ke cowok itu. “Ini buku mu, maaf ya? Kata Lia” “Udahlah buang saja, lagian dirumah juga masih banyak kok buku seperti itu. Jawab cowok itu.”
Kringggg……..kringgg….. bel masuk berbunyi, dengan buru-buru Lia pun tak sempat bertanya kepada cowok itu, kelas apa dia. Langsung saja Lia lari dan berteriak “Maafkan aku ya?”
Tanpa Lia sadari ternyata Lia jatuh hati pada pandang pertama, di kelas Lia tidak konsen, ia masih saja memikirkan cowok misterius yang ia tabrak tadi. “Hey kamu murid baru! Sentak guru matematika Lia” “Maaf kan aku, aku tak sengaja. Jawab Lia dengan mimik melasnya.” “Hahahahhhahaha”, teman Lia pun tertawa setelah mendengar jawaban Lia. Lia pun merasa sangat malu.
Kringgg……….. kringggg…………. Bel istirahat pun berbunyi.
Dengan rasa malu yang masih tertendam di hati Lia, atas jawabannya tadi, Lia berlari menuju toilet. Untuk kedua kalinya lagi, Lia tabrakan dengan cowok misterius tersebut. “Ups, maaf aku buru-buru. Ungkap Lia” “alah tidak apa, kenapa sih kamu kok selalu terburu-buru?Tanya cowok itu” Dengan hati kaget Lia menatap wajah cowok itu dan berkata “Hah kamu lagi yang aku tabrak? Maaf ya aku terburu-buru, karena aku malu gara-gara aku cint…………...” “Malu kenapa? Tanya cowok itu”
Dengan perasaan yang takut ketahuan, jika ia mengungkapkan kalau dia jatuh cinta dengan cowok tersebut, Lia lari menuju kantin dan berkata “Udahlah lupakan.” Dengan penasaran, cowok tersebut membututi Lia ke kantin. Di kantin cowok it uterus memaksa Lia buat ngomong apa yang ia sembunyikan tadi. “He…. Kamu kenapa sih kok gak nerusin perkataan kamu tadi?Tanya cowok itu” “Udahlah lupakan saja. Kata Lia dengan gemeteran”
“Oh ya, sebelumnya aku belum kenalan dengan mu, aku Leo. Kamu siapa?” “waaaa namanya Leo. Dalam hati Lia” “hey, jangan ngelamun! Kata Leo” “Oh… aku Lia, udah ya aku mau masuk kelas dulu.”
Dirumah Lia masih kepikiran saat –saat dimana, dia pertama kali berkenalan dengan cowok yang cool di sekolah barunya. Tanpa sadar Lia melamun hingga sang ibu sampai mengagetkan dia. “Lia….. sedang apa kamu? Kata Ibunya dengan ekspresi mengagetkan” “Hah ibu ini apa-apaan sih…. Lia lagi terbayang sese…………. Jawab Lia” “Hayo siapa?Tanya Ibu” “Udahlah bu, Lia ngantuk ni ingin tidur dulu ya.“ Lia mencoba mengalihkan pembicaraan.
Keesokan harinya, Lia kembli ke sekolah dengan hati yang mengharapkan, ingin berduaan lagi dengan Leo. Sesampainya di kelas Lia menemui surat beramplop warna pink dan bertanda pengirim bernama Leo. “Waaa… ada surat dari Leo, kira-kira apa ya isinya. Ungkap Lia dalam hati.” Dengan hati yang berdebar Lia membuka surat tersebut, ternyata isinya tentang ajakan Leo untuk dinner di mala ini. “Waa… so sweet bangettt ni anak, moga ntar dia juga mau ngungkapin isi hatinya padaku. Harapan Lia ”
Pada saat malam harinya Lia yang mengenakan baju berwarna Pink yang dipadukan dengan warna putih, berjalan menuju taman yang sudah ditentukan Leo. Sesampainya di taman Lia kaget karena taman tersebut sepi orang. Tetapi dalam pikir Lia, “Maybe nii bagian dari surprise dari Leo. Waa… senang nya mala mini, pasti berkesan bangettt.” 10 menit Lia menunggu kedatangan Leo, ternyata Leo tidak satang ke taman tersebut. Dengan hati yang sangat sedih Lia meninggalkan taman tersebut. Dalam hatinya yang penuh kecewa ia mengatakan “Sial…… aku di bodohi oleh cowok, busyit………. Kekesalan Lia pada Leo.”
Sesampainya dirumah Lia mengungkapkan kekesalan tersebut kepada sang Ibu. “Bu, aku sebel banget hari ini. Ungkap Lia kepada Ibu” “Kenapa sih saying kok ngomong begitu? Tanya Ibu kepada Lia” “Ya ni Bu, aku telah dibodohin oleh seorang cowok. Kata Lia dengan muka kesal” “Terus…..??? Tanya Ibu” “Ibu ini gak asyik, anaknya lagi kesal tidak dihibur tapi malah di ejek. Kata Lia dengan ekspresi yang sangat marah” “Aduh-aduh anak Ibu ini kalau sedang marah tambah cantik. Sindir Ibu” “Alah udah deh Bu, ibu tidak asyik buat dijadiin teman curhat. Lia tambah kesal” “Ya.. ya, emang cowok tersebut siapa sih? Tanya ibu” “Namanya Leo, Bu. Jawab Lia” “Makanya sayang, jangan mudah terkecoh dengan rayuan seorang cowok. Saran dari Ibu” “Iya Bu Lia ndak akan ngulangi lagi. Jawab Lia”
Setelah curhat dengan sang Ibu Lia pergi ke kamar untuk tidur. Keesokan harinya Lia kembali ke sekolah, dengan hati yang kesal ingin sekali menghajar Leo. “Awas ya kalau aku ketemu Leo, akan ku hajar dia.” Kata Leo dengan hati yang masih kesal. Pada saat berjalan menuju kelas, ada seseorang laki-laki yang memegang pundak Lia dan berkata ”Kamu Lia kan?” Tanya cowok tersebut. “Iya, emang kenapa?” Lia bertanya balik. “Ini ada surat dari Leo untuk mu. Kata cowok tersebut” “Oh iya, terima kasih .” Jawab Lia dengan malu-malu.
Dengan hati yang penasaran, Lia pun membuka surat itu sambil berjalan menuju kelas. Setelah membaca isi surat tersebut Lia shock. Ternyata isi surat tersebut berisi permohonan karena kemarin tidak bisa datang. Selain itu hal yang membuat dia semakin shock adalah pernyataan Leo yang berisi bahwa, mulai sekarang dia tidak dapat bertemu dengan Lia karena ia akan menjalani pengobatan penyakit Kanker otak.
Ternyata selama ini Leo menyembunyikan hal tersebut. Leo ternyata sakit kanker otak stadium akhir. Kini betapa sedihnya hati Lia, setelah membaca isi surat tersebut. “ Aku merasa bersalah, ternyata yang aku pikirkan kemarin salah total.” Penyesalan Lia. Setelah mengakui kalau dia telah salah, akhirnya dia memutuskan untuk tidak memendam rasa penyesalannya tersebut.
Dikelas Lia terpikirkan oleh sang pujaan hati, Leo. Ia terus mengingat masa – masa saat ia wal berkenalan dengan Leo, sampai – sampai ia tak sadar kalau waktu itu udah jam masuk dan ia belum mengerjakan PR matematika. Dengan sikap yang tergesa – gesa, ia mengerjakan PR tersebut karena ia takut kalau nanti dihukum oleh sang guru. Secara Lia udah pernah bikin masalah sama guru ini, tentu ia tak akan mengulangi lagi. Ketika pulang, dirumah Lia masih terpikirkan penyesalan soal persepsinya tentang Leo.
Ingin rasanya Lia pergi ke rumah Leo untuk meminta maaf, tapi sayang Lia tak mengetahui rumah Leo. Tiba – tiba hp Lia bergetar pertanda ada sms masuk, Lia pun membuka pesan tersebut dan ternyata isinya pesan dari Leo yang berisi Bahwa Leo ingin bertemu dengannya di Taman.
Lia tiba dengah nafas terengah-engah dan melihat seorang cowok yang selama ini ia cari dan mampu mengisi indah di hidupnya. Leo langsung mengetahui kedatangan seorang yang menjadi penyemangat hidupnya. Tanpa basa-basi Leo langsung meminta maaf karena waktu janjian tidak bisa datang. Dan ia menjelaskan alasan kenapa tidak datang, ternyata ia sedang menjalani pengobatan kanker otak stadium akhir. Dengan hati yang kesal, Lia berkata, “Kenapa kamu tidak bicara dari dulu kalau kamu sakit. “Balas Lia. “Maaf aku tak bisa memberitahu kamu, aku takut kamu gak mau jadi pacar aku.” Kata Leo keceplosan. Sontak Leo langsung menutup mulutnya dan wajah memerah. “apaaaaa??…. Ternyata dia cinta sama aku.” Dalam benak hati Lia. Lalu Lia membalas perkataan Leo dengan kata – kata “Maksudnya apa?” Lia pura – pura tidak paham. “Oh maaf aku tidak bermaksud begitu, udah ya aku harus pulang dan istirahat.” Leo mengelak dan pergi meninggalkan Lia sendiri dengan perasaan dan kebahagiaan yang menggantung. Lia hanya diam melihat kepergian Leo. Tiba-tiba tubuhnya jatuh,lututnya menyentuh tanah dan air matanya bercucuran tiada henti. Hatinya terasa sakit dan tak dapat ia mengerti.
Sudah 2 bulan Leo tak memberi kabar, Lia semakin cemas apalagi saat kepergian Leo yang begitu saja saat pertemuan terakhir meraka. Lia selalu berfikir yang tidak – tidak tentang Leo. Secara penyakit kanker otak kan bisa merenggut nyawa seseorang. Padahal bulan ini tu bertepatan dengan bulan Lia berulang tahun. Lia tidak pernah berharap di hari ulang tahunya ia masih merasakan kesedihan. Lia selalu berharap di hari indahnya ia bisa bersama dengan orang-orang yang ia sayangi. “kau termasuk yang ku sayang Leo,aku harap kau bisa datang di hari ulangtahunku” batin Lia.
2 Juni telah tiba… hari di mana kelahiran Lia. Keluarga Lia sudah menyiapkan perayaan sederhana. Saat suasana membahagiakan bagi Lia,tiba-tiba seorang cowok tinggi putih menghampiri Lia. Leo lah cowok itu. Lia hanya menganga melihat kehadiran Leo. Dengan cepat Leo langsung memberikan arangan bunga pada Lia dengan menyatakan cinta. Meskipun malu dengan Ibunya,Lia menerima pernyataan Leo. Terlihat Leo sangat bahagia,begitu pula dengan LIa. Kemudian Leo merogoh skunya dan mengeluarkan kalung berliontin L&L dan langsung di pakaikan di leher Lia. Kebahagiaan yang begitu lengkap bagi Lia.
created by Lia Adiyanti and wahyu kurniawan
My creativities
19.48 |
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)







